Review All New Mitsubishi Triton 2015

Review All New Mitsubishi Triton 2015 | Sebagai mobil yang menjadi benchmark para pengguna double cabin untuk keperluan pertambangan dan kerja rodi lainnya di Indonesia, Mitsubishi sangat bangga karena memiliki Triton. Sejak tahun 2002, ia adalah mobil pekerja yang bisa mempertahankan imagetangguh merek berlogo tiga berlian ini. Selain untuk pekerjaan tambang, ada segelintir orang yang berminat memakai double cabin ini untuk keperluan hobi atau pemakaian dalam kota.

Akan tetapi, pasar double cabin sekarang tidak sepi pesaing. Sebut saja Toyota Hilux, Nissan Navara, Mazda BT-50, Isuzu D-Max dan Ford Ranger yang sudah bertahun-tahun berusaha menendang Triton dari singgasananya. Untuk itu, Triton pun berbenah, model baru sudah jadi dan ia kini siap bercengkrama dengan bumi Indonesia. Apa sih plus minus mobil ini? Yuk kita cari tahu bersama.

Eksterior

Pertama kali melihatnya, faktor selera benar-benar berperan penting dalam menilai Triton ini enak dilihat atau tidak, khususnya untuk varian Exceed dan GLS yang grilnya chrome semua. Itu membuat Triton jadi sedikit imut untuk sebuah double cabin yang seharusnya gagah. Khusus varian Exceed, fog lamp-nya sudah dilengkapi bezel sebagai hiasan. Berbeda dengan varian termahal Triton di Thailand, di sini kita tidak mendapat projector headlamp di varian termahal yang dijual oleh PT. KTB selaku APM Mitsubishi.

triton 1

 

 

Ada sedikit isu juga mengenai celah panel antara gril dan kap mesin, karena panel gap-nya lumayan besar sehingga kap mesin terkesan seperti tidak tertutup rapat. Apa sengaja didesain seperti ini, atau Mitsubishi kehabisan bahan untuk membuat celah tersebut menjadi lebih rapat? Entahlah, tapi apa perlu kami patungan membelikan jamu sari rapet untuk Triton agar panel gapantara kap mesin dan gril depan bisa lebih rapat?

 

Dari samping, ada tambahan over fender untuktipe GLS dan Exceed, namun kalau anda masih ingin ditambah chrome, ada chrome door handle serta cover spion chrome yang lengkap dengan lampu sein dan auto folding. Pelek 16 incinya memiliki desain baru, tapi wheelbase-nya diperpendek agar turning radius mobil ini makin kecil.

 

 

Di lain sisi, pengurangan wheelbase membuat overhang belakang sedikit kepanjangan, tapi Mitsubishi mengklaim ini tidak akan membuat bagian belakangnya gasruk saat melibas tanjakan. Untuk membantu anda yang bertubuh pendek naik ke kabinnya, tipe Exceed sudah mendapat side footstep dalam kondisi standar.

 

Bak belakang Triton mengalami pembengkakan, yakni makin panjang 195 mm untuk yang double cabin dan 45 mm untuk yang single cabin. Kualitas bahan pelapis bak belakangnya bagus, tidak mudah tergores dan cukup solid. Selain bisa untuk mengangkut hasil tambang, masih oke juga untuk mengangkut motor trail adventure, quadbike/ATV atau sepeda gunung.

 

Di bagian buritan, ada footstep baru seperti yang kita temukan pada bagian samping Triton, berikut handle pembuka berlapis chrome dan desain lampu baru yang cukup mengundang perdebatan antara suka atau tidak.Oke, mungkin eksteriornya masih tergantung selera masing-masing antara bagus atau tidak, tapi yang jelas perubahan luarnya sudah sangat kentara disbanding generasi sebelumnya.

Interior

Bukalah pintu baris depannya, kita akan menemukan desain interior baru dengan aura yang mengarah ke gaya simpel dan tidak banyak tarikan garis yang rumit. Sekedar info, desaindashboard-nya bakal 80% mirip dengan All New Mitsubishi Pajero Sport yang belum lama diluncurkan di Thailand, tapi ada perbedaan di desain setir, doortrim dan beberapa detail lainnya.

 

 

Bicara material, kami tidak akan berharap menemukan material premium nan lembut, karena ini kan double cabin, jadi harus tough. Benar sih, material dashboard-nya masih menggunakan bahan plastik, tapi ketika diteliti, ini tidak terlihat murahan karena terkesan tebal dan rigid. Bahan pelapis joknya berbeda-beda, yakni bahan vinyl untuk tipe HDX, fabric untuk GLS dan kulit untuk Exceed. Nah, yang anda lihat ini interior tipe Exceed, ia punya jok kulit dengan tulisan Triton timbul di sandarannya.

 

Melihat area setirnya saja, kami sudah ngeh kalau ada banyak sunatan fitur yang dilakukan, bahkan untuk tipe termahal. Setir yang desainnya sama dengan Mitsubishi Mirage ini sangat polos tanpa tombol lain selain klakson, padahal di luar sana setir ini ramai dengan tombol pengontrol audio dan cruise control. Yah, setidaknya masih ada dual airbags untuk semua varian.

 

Lihat lebih lanjut ke area kanan setir, ada tombol-tombol untuk mengatur spion elektrik, tapi sudah, hanya itu saja. Banyak sekali slot tombol yang hilang, utamanya tombol start-stop enginedan peranti keselamatan aktif elektronik seperti stability control. Panel instrumennya sederhana, namun komplit dengan MID yang bisa menampilkan berbagai info tentang kendaraan. Kini, setir Triton bisa disetel naik-turun dan maju-mundur, jadi sangat fleksibel.

 

Kita tidak akan mendapatkan head unit dengan layar monitor, GPS, kamera parkir dan beberapa fasilitas lain seperti kebanyakan passanger car, melainkan head unit double din JVC. Meski begitu, apa yang dibawanya tak bisa dibilang kosongan. Sebut saja konektivitas iPod, USB, AUX dan Bluetooth sehingga bisa dihubungkan dengan smartphone anda, baik untuk memainkan musik atau melakukan fungsi telepon.

 

Di bagian bawah head unit, ada panel AC digital dan sudah punya mode auto climate control. Kami suka dengan glovebox Triton Exceed karena memiliki mekanisme bukaan yang sama dengan Outlander Sport. Saat dibuka, ia jatuh perlahan sehingga terkesan mewah, bukannya langsung terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Kapasitasnya pun lumayan, cukuplah untuk menyimpan barang-barang seperti tablet PC atau hal lainnya.

triton 2

 

Area tuas transmisi matik pada Triton dilabur warna piano black yang mewah, dan ia sudah punya mode manual 5 percepatan. Kepraktisannya boleh juga untuk sebuah double cabin, ada tempat penyimpanan untuk smartphone di depan tuas transmisi, tempat kacamata di atap dan 2 buah cup holder di dekat rem tangan. Di belakang tuas transmisi, ada selektor 4WD model putar.

 

Tak hanya glovebox-nya, center console box pada Triton juga sangat bagus. Penutupnya tebal dan rigid, tidak mudah jatuh bahkan saat posisinya miring. Seperti Outlander Sport, ia punyastorage berlapis, di mana lapisan atas cukup buat menaruh HP dan lapisan yang lebih dalam bisa buat menyimpan barang lain. Sayangnya, ia tidak bisa dijadikan armrest bagi pengemudi karena bentuknya kurang panjang dan tinggi, sehingga tidak begitu menyokong dengan baik.

 

Posisi mengemudi Triton cukup ideal bagi rata-rata orang Indonesia. Tidak ada jok elektrik memang, tapi pengaturan jok pengemudi sudah memenuhi standar dengan adanya fungsi sliding, reclining dan height adjuster. Seatbelt-nya pun sudah komplit dengan height adjuster. Untuk itu, kami acungkan 2 jempol bagi Triton dalam hal fleksibilitas bagi kenyamanan pengemudi karena ia memiliki pengaturan jok, setir dan sabuk pengaman yang komplit.

 

Saatnya pindah ke kabin belakang. Duduk di kabin belakang Triton sebenarnya cukup nyaman. Sandaran joknya memang tidak bisa serebah sedan, hatchback atau MPV, tapi kalau dibandingkan double cabin lainnya, ia lumayan oke karena posisinya tidak terlalu tegak. Jika jok depan disetel sangat mundur, penumpang setinggi 175 cm tidak akan punya legroom sama sekali, tapi jika jok depan dalam posisi normal, legroom dan headroom penumpang belakang masih tergolong sip.

 

Kami tidak merekomendasikan kabin belakangnya untuk diisi lebih dari 2 orang dewasa, karenaheadrest-nya hanya ada 2. Kepraktisan kabin belakang hanya diwakili oleh armrest tengah yang dilengkapi cup holder dan kantong pada sandaran jok depan, selain itu tidak ada lagi. Jika kita membuka sandaran jok belakang, terlihat tempat penyimpanan rahasia untuk menaruh dongkrak atau peralatan darurat lainnya.

triton interior

 

Mesin

Sama seperti Triton spek Malaysia, mesin turbo diesel 2.500 cc DI-D commonrail masih jadi andalan. Mesin berkode 4D56 ini punya beberapa pilihan output, yakni 110PS/20,4 kg.m (HDX), 136 PS/33,1 kg.m (GLS) dan 178 PS/40,8 kg.m (Exceed). Versi Exceed bisa menjadi yang paling bertenaga karena ada revisi di sistem Variable Geometry Turbo (VGT)-nya, sementara versi GLS tidak pakai teknologi VGT. Khusus Exceed matik, ada penyempurnaan di grafik torsi agar kemampuan off road-nya bisa menyamai Exceed manual.

 

Mitsubishi pun mau menjawab kenapa mesin 2.400 cc DI-D commonrail VGT baru yang ada di spek Thailand tidak menjadi jantung Triton baru di Indonesia. Karena pasar terbesar Triton datang dari sektor fleet di mana mereka sudah percaya dengan performa mesin lawasnya, mereka tetap menggunakan mesin lama dengan penyempurnaan di bagian ini-itu, karena selain kehandalannya sudah terbukti, suku cadangnya juga gampang didapat jika terjadi apa-apa.

Di samping mesinnya, ada revisi pada suspensi. Suspensi depan kini ukurannya lebih besar supaya lebih tahan banting, begitu pula dengan per daun di belakang yang kekuatannya dinaikkan. Body mounting rubber-nya pun membesar 119% dibanding yang lama.

 

Kami sudah merasakannya waktu pereli kebanggaan kita, Rizal Sungkar memacu mobil ini di trek reli yang sudah disiapkan dan kami nebeng di bangku penumpang depan. Laju dan pengendaliannya tidak serasa membawa Triton, rasanya beliau seperti menyetir Lancer Evolution RS saja. Ah, rasanya belum afdol kalau kami tidak mencobanya sendiri, semoga kami dapat membuat video reviewnya.

Kesimpulan

Melalui first impression review ini, kami rasa Triton adalah double cabin yang benar-benar menjual daya tahan sebagai ujung tombaknya, karena Mitsubishi lebih banyak bermain di balik kap mesin dan konstruksinya. Meski begitu, menu pemanja ala passanger car pada umumnya juga tak bisa dibilang remeh, karena dengan hadirnya dual airbags, ABS+EBD, head unit dengan berbagai konektivitas, jok kulit, kepraktisan lumayan dan AC otomatis di tipe Exceed, menggunakan Triton sebagai mobil harian tidak akan menimbulkan masalah berarti soal kenyamanan dan kelengkapan.

 

Tapi bukan berarti ia tak punya beberapa hal yang bisa disebut sebagai kekurangan. Desainnya menurut kami masih sangat mengundang pro dan kontra, bakal ada yang suka dan tidak, apalagi penggunaan unsur chrome di tipe Exceed terkesan agak berlebihan. Fiturnya pun sebenarnya masih kalah dibanding top of the line double cabin kompetitornya ,Nissan Navara NP300 misalnya yang punya fitur berlimpah di tipe termahalnya seperti LED DRL, head unit touch sreen, stability control, traction control, hill start assist, traction control dan lain-lain. Belum lagi mesin Navara NP300 tenaga dan torsinya lebih besar, 190 PS dan 450 Nm.

Tapi karena Mitsubishi bilang mereka akan menargetkan tipe HDX double cabin yang paling kosongan sebagai tipe terlaris, jadi kami rasa Mitsubishi tak terlalu khawatir dengan kekurangan yang kami sebutkan tadi. Karena mayoritas konsumen mereka datang dari dunia pertambangan dan perkebunan, fitur-fitur tadi belum tentu jadi pertimbangan utama mayoritas konsumen Triton. Yang penting saat pak bos main ke site pertambangan, ia melihat armadanya sudah diremajakan tanpa perlu adanya biaya ekstra buat perawatan karena mesinnya masih sama dengan sebelumnya.

Urusan harga, PT. KTB mematok harga mulai 289 juta hingga 403 juta rupiah dengan 5 pilihan warna, sudah dalam kondisi on the road Jabodetabek. Bagaimana menurutmu mengenai plus dan minus All New Mitsubishi Triton 2015 ini? Sampaikan opinimu di kolom komentar!

Sumber

Dapatkan Promo Penawaran Terbaik dan bonus menarik lainnya, melalui Form Simulasi Kredit (Ajukan Online sekarang juga, proses cepat & mudah)
Untuk mengetahui secara detil setiap angsuran Mitsubishi, bisa menggunakan Form Simulasi kredit dibawah ini
Form Simulasi Kredit
_____________________________________________________________________________
Atau Hubungi Kami Langsung di no
Klik Telp: 085277956145
Klik Whatsapp: 085277956145
_____________________________________________________________________________
Atau Tukarkan mobil bekas anda dengan mobil baru Mitsubishi menggunakan form Tukar Tambah dibawah ini

Posted in News and tagged .